UU ITE Terkait dengan Larangan Bermain Judi Online yang Patut Anda Ketahui

Betbandarqq – Perkembangan permainan judi saat ini memang sudah sangat merebak dalam kehidupan masyarakat. Sehingga apabila mendengar kata ‘judi’ ini rasanya masyarakat sudah tidak asing lagi karena dapat dikatakan bahwa permainan ini sudah populer sedari dulu terutama di Indonesia. Pada awalnya permainan ini harus dimainkan secara langsung atau face to face dengan lawan main dan tentunya harus mengambil resiko yang sangat tinggi dikarenakan adanya sebuah pelarangan judi yang telah ditetapkan oleh hukum negara yaitu pada UU No. 7 Tahun 1974 mengenai penertiban perjudian.

Namun rasanya para pemain judi ini tidak ingin berhenti begitu saja, mereka terus melakukan berbagai inovasi supaya tetap bisa memainkan permainan ini tanpa harus khawatir ketahuan oleh pihak yang berwajib. Maka dari itu seiring dengan perkembangan dunia internet yang sangat signifikan, permainan judi bisa diakses secara online. Dengan kata lain, si pemain hanya menggunakan smartphone ataupun perangkat lainnya yang sudah terhubung dengan koneksi internet yang stabil tanpa harus langsung ke arena permainan.

Tentunya dengan adanya permainan judi online betbandarqq ini mengakibatkan para pemain bisa bermain judi kapanpun dan dimanapun dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, untuk membuat para pemain jera supaya bisa berhenti melakukan permainan ini maka diaturlah undang-undang mengenai larangan bermain judi online yang harus dipatuhi oleh seluruh penduduk Indonesia. Nah, untuk lebih jelasnya dalam ulasan kali ini kita akan membahas terkait dengan UU ITE yang berkenaan dengan larangan bermain judi online!

Perlu Anda ketahui bahwa sebelum adanya UU ITE mengenai larangan bermain judi online, pada awalnya undang-undang mengenai pelarangan judi ini sudah ditetapkan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang tercantum dalam Pasal 303 dan Pasal 303 bis. Tentunya antara kedua pasal ini memiliki kesinambungan tersendiri bagi orang yang melarangnya.

Dalam KUHP Pasal 303 menjelaskan bahwa siapapun yang mengadakan permainan judi maka ia akan diberikan ancaman penjara selama 10 tahun dan membayar denda sebesar 25 juta rupiah. Sementara itu dalam KUHP Pasal 303 bis menjelaskan bahwa siapapun yang ikut memainkan permainan ini baik yang dilakukan di pinggir jalan maupun di tengah-tengah khalayak umum maka akan mendapatkan hukuman penjara selama 4 tahun dengan denda sebesar 10 juta rupiah. Inilah beberapa aturan yang menetapkan sebelum adanya larangan bermain judi online.

Larangan Bermain Judi Online dalam UU ITE

UU ITE atau Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik merupakan sebuah undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatur segala hal-hal yang berkaitan dengan transaksi elektronik ataupun teknologi informasi secara menyeluruh. Oleh karena itu bagi siapa saja yang melanggar kode etik dalam melakukan suatu transaksi online maka akan dijerat oleh UU ITE ini.

Salah satu perbuatan yang dianggap melanggar kode etik adalah bermain judi online. Pemerintah sudah menetapkan larangan bermain judi online dalam Pasal 27 ayat (2) UU ITE. Dalam pasal tersebut menjelaskan bahwa bagi siapa pun yang dengan sengaja menyebarkan maupun memberikan akses kepada orang lain dalam hal dokumen-dokumen elektronik yang memiliki unsur perjudian maka akan dikenakan pasal yang satu ini.

Sementara itu untuk ancaman hukuman yang akan diperoleh bagi yang melanggar ditetapkan pada Pasal 45 ayat (2) Tahun 2016 yang menyatakan bahwa siapapun yang melanggar pasal 27 ayat (2) UU ITE maka akan dikenakan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda sebanyak 1 miliar rupiah. Maka dapat disimpulkan bahwa para pelaku judi online yang masih membandel untuk memainkan permainan ini akan terjerat oleh Pasal 27 ayat (2) dalam Undang-Undang ITE, kemudian pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Tahun 2016.

Tentunya negara pun tidak serta merta menetapkan aturan mengenai larangan bermain judi online. Hal ini dikarenakan banyak sekali kerugian yang bisa si pemain dapatkan daripada keuntungan yang akan diperoleh. Sampai saat ini banyak sekali orang yang telah menjadi korban penipuan permainan judi online. Namun tentunya pihak korban pun tidak akan berani melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib karena memang perbuatannya pun sangat melanggar aturan hukum negara.

Selain itu, kerugian lain yang akan diperoleh oleh para pemain judi online yaitu akan merusak moral bagi si pemain tersebut. Ya, hal ini memang tidak dapat dipungkiri permainan judi bisa membuat orang melakukan kejahatan lainnya baik itu ketika ia sedang beruntung mendapatkan kemenangan maupun pada saat mengalami kekalahan. Ketika ia sedang beruntung mendapatkan kemenangan, bisa dipastikan bahwa uang yang didapatkannya akan digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna seperti berfoya-foya dan sebagainya, Kemudian jika ia mengalami kekalahan maka ia akan melakukan cara apa saja supaya bisa mendapatkan uang kembali seperti mencuri, merampok, dan sebagainya.

Sebagaimana kita ketahui juga bahwa bukan hanya hukum negara yang menetapkan larangan bermain judi online ini. Namun dalam beberapa agama pun menetapkan aturan yang sama terkait dengan perbuatan judi ini. Salah satu agama yang sangat melarang keras praktek perjudian yaitu agama Islam yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam ayat-ayatnya yang suci diantaranya yaitu pada Q.S Al-Maidah ayat 90-91.

Demikianlah ulasan mengenai larangan bermain judi online yang tercantum dalam UU ITE. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *