Kenapa Kaum Muslim Dilarang Berjudi ?

Sudah jelas bahwa perjudian di dalam islam tidaklah diperbolehkan bahkan untuk membuat taruhan saja tidak diperbolehkan. Kenapa tidak diperbolehkan? Karena judi dianggap sesuatu yang hanya untuk kesenangan saja dan hanya menghabiskan waktu guna sebagai bentuk hiburan. Didalam islam memang ada larangan berjudi, hal ini sudah dijelaskan pada dalil naqli dan aqli.

Perjudian yang dianggap sebagai perbuatan keji. Sudah dijelaskan pada Al-Quran surah Al-Maidah. Islam memang mengizinkan semua jenis rekreasi termasuk olahraga dan permainan, namun islam melarang apapun yang melibatkan suatu jenis perbuatan judi. Al-Qur’an menyebut perjudian sebagai perbuatan keji atas pekerjaan tangan setan. Dengan kata lain perbuatan judi merupakan suatu kebiasaan yang sangat buruk dengan konsekuensi dapat menghancurkan serta merusak kehidupan pribadi maupun sosial seseorang.

Perbuatan judi dapat dirasakan merupakan perbuatan yang tidak adil. Hal ini dapat kita lihat bahwa judi http://207.148.125.127/ melanggar suatu prinsip keadilan. Dari sudut pandang islam dijelaskan bahwa keadilan sangat dihargai. Didalam agama islam sudah jelas jika kaum muslim dilarang berjudi hal ini dikarenakan judi bersifat haram.

Melalui kegiatan berjudi, seseorang atau lebih pasti menginginkan suatu kemenangan baik pada uang maupun properti yang pada hakikatnya mereka tidak memiliki hak apapun. Untuk penjudi ini dapat menghasilkan keuntungan yang ia inginkan karena hanya kebetulan saja atau dapat dibilang karena keberuntungan yang ia raih.

Permainan judi dapat memupuk suatu sifat keserakahan seseorang, penjudi akan terus bermain untuk mendapatkan suatu hadiah yang sebenarnya tidak pantas dia dapatkan. Jika ia sudah mendapatkan suatu keuntungan pasti dia akan menginginkannya kembali untuk mendapat suatu keuntungan lagi. Hal inilah yang disebut dia kecanduan akibat permainan judi. Hal inilah yang menyebakan kaum muslim dilarang berjudi.

Ia berpikir ingin selalu merasa menang dan enggan untuk berhenti, padahal bermain judi dapat membuat dia melupakan waktu dan tugas yang penting. Perbuatan judi hanya akan membuat seseorang tidak akan menyukai suatu pekerjaan yang serius dan kerja yang halal. Seseorang yang seperti ini secara bertahap akan merasakan kehilangan rasa hormatnya atas segala usaha manusia yang sebenarnya. Lama-kelamaan dia juga akan merasa menjadi pecandu judi sebenarnta. Jika dia merasa kekalahan, dia akan berpikir peruntungannya untuk sementara waktu.

Dan keinginannya untuk mendapatkan suatu keuntungan akan terus dia kejar. Permainan judi akan membuat kita lupa segala hal baik dalam ibadah, kerja maupun tuhannya sendiri. Ketika seseorang sudah terlibat akan permainan judi maka ia akan mengabaikan segala apa yang sudah diperintahkan oleh tuhannya. Ia akan menunda ibadahnya dan bahkan kaum muslim dilarang berjudi akan meninggalkan ibadahnya tingkat kemalasannya pun menjadi tinggi. Serta menimbulkan sikap serakah seolah ingin memakan uangnya sendiri.

Jika seseorang sudah tidak mampu menjaga fitrahnya, pasti agama baginya sudah tidak ada artinya lagi. Islam atau agama yang lainnya memungkinkan seseorang untuk meraih materi dengan cara bekerja keras serta berdoa. Sedangkan, berjudi adalah suatu kejahatan seperti minum-minuman keras . Hal ini hanya akan menganggu keseimbangan suatu emosional sesorang serta akan merusak kemampuan intelektual seseorang. Wajib diingat bahwa Al-Qur’an menyebutkan kedua kejahatan antara minuman keras maupun judi adalah hal yang sama.

Judi dapat membuat kita memiliki suatu sifat benci dan iri hati. Hal inilah yang membuat kaum muslim dilarang berjudi karena islam mengajarkan bahwa suatu hak baik dalam properti maupun uang yang dibangun melalui suatu norma masyarakat akan disetujui oleh agama. Ini merupakan hal yang sakral dan tidak boleh diambil suatu harta kecuali melalui pertukaran maupun penjualan atau amal yang sah.

Perbuatan judi sangat melanggar norma-norma yang sudah berlaku. Judi dapat menghasut, memusuhi dan menimbulkan suatu kebencian antar sesama manusia. Judi juga bersifat adiktif atau ketergantungan. Banyak orang yang berpikir bahwa judi hanya untuk bersenang-senang atau dapat dibilang hanya sebagai hobi saja. Namun, banyak yang tidak mengetahui bahwa judi memiliki banyak resiko, uang akan habis jika kita kalah dalam berjudi.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang agama islam bagi kaum muslim dilarang berjudi segala apapun yang jahat akan dianggap sebagai skala yang besar baik itu kejahatan kecil pun. Setiap kejahatan timbul dari benih yang kecil yang kemudian terbentuk dan menjadi ukuran yang tidak dapat terkendalikan. Selain memiliki sifat yang adiktif, judi juga dapat memberikan paksaan untuk diri sendiri.

Hal ini dapat membahayakan bagi kita sendiri maupun masyarakat sekitar. Energi penjudi memiliki kapasitas yang intelektualnya tinggi, serta cakupan nilainya akan bertahap dikonsumsi sebagai kebiasaan. Orang seperti ini akan dianggap masyarakat sebagai manusia parasit, karena ia dianggap menghabiskan sumber daya yang ada serta mengabaikan apa yang menjadi tugasnya di masyarakat.

Hal diatas sudah menjelaskan kenapa kaum muslim dilarang berjudi karena tidak ada dukungan serta manfaat bagi kehidupannya malah hanya dianggap  sebagai kesenangan sesaat. Yang hanya akan merugikan banyak orang, untuk itu sebelum melakukan sesuatu kita harus berpikir apakah itu akan berdampak pada masyarakat atau tidak.

Jika hanya untuk merugikan diri sendiri dan membuat hidup kita hancur seharusnya sudah dapat kita tinggalkan. Semoga apa yang sudah dijelaskan diatas dapat memberikan manfaat bagi kita semua serta memberikan hal yang positif untuk menjauhi diri dari kegiatan yang tidak baik dan semoga kita terhindar dari orang yang hanya akan merugikan diri kita sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *